Baja Untuk Konstruksi Jembatan

Konstruksi Baja

Baja Untuk Konstruksi Jembatan – Baja atau besi baja adalah logam yang terbuat dari campuran besi (Fe) dan karbon (C). Beberapa elemen lain ditambahkan ke paduan ini, seperti krom (Cr), nikel (Ni), dan titanium (Ti) untuk mendapatkan sifat mekanik tertentu. Karena sifat baja yang kuat dan kokoh, baja banyak digunakan dalam industri dan konstruksi bangunan dan berbagai infrastruktur transportasi.

Kali ini kami, distributor besi Indonesia, akan membahas penggunaan baja dalam pembangunan infrastruktur transportasi, seperti jalan dan jembatan. Bagaimana konstruksi baja dibangun dan apa kelebihan dan kekurangannya. Simak artikel dibawah ini mengenai Konstruksi Jembatan.

Konstruksi Baja untuk Jembatan

Untuk membangun jalan dan jembatan, baja dapat dikombinasikan dengan material lain. Misalnya pada konstruksi jembatan, kini material baja sudah dapat dikombinasikan dengan beton secara komposit. Sedangkan pada proyek lain, seperti jembatan baja, beton, batu, atau bahan bata dapat berfungsi sebagai penyangga atau pondasi sedangkan papan kayu digunakan sebagai lantai jembatan.

Jembatan baja untuk jalan manusia, kendaraan, atau kereta api berfungsi untuk menghubungkan dua tempat atau lebih yang dipisahkan oleh jurang, sungai, danau, dll. Di perkotaan, jembatan baja juga dibuat sebagai solusi kemacetan di persimpangan tingkat jalan raya, jembatan penyeberangan, dan lain-lain.

Kelebihan dan Kekurangan Jembatan Baja

Penggunaan material baja digunakan untuk konstruksi jembatan yang akan memberikan memberikan berbagai keuntungan. Keunggulan baja tidak dimiliki oleh material lain, seperti kuat terhadap tarikan dan tekanan yang relative tinggi. Dengan perawatan yang maksimal, ketahanan baja akan benar-benar teruji karena konstruksi jembatan sudah menerima beban bergerak yang berubah setiap harinya.

Belum lagi karena konstruksinya selalu terkena panas matahari dan cuaca ekstrim. Penggunaan baja juga lebih ekonomis, karena bisa menghemat waktu dan juga biaya. Selain produksi, fabrikasi baja juga dapat dilakukan untuk bagian dari proses perakitan. Jadi, waktu pemasangan di lapangan bisa lebih mudah dan cepat dengan sedikit usaha.

Jembatan baja juga dapat dirancang sedemikian rupa sehingga memancarkan keindahan arsitektur tanpa mengurangi tingkat keselamatan. Jika konstruksi jalan atau jembatan tidak digunakan lagi, maka material baja masih dapat dimanfaatkan secara maksimal. Bahan baja bahkan dapat didaur ulang. Namun, tanpa perawatan yang tepat, durabilitas konstruksi jalan baja atau jembatan juga berpotensi menurun.

Lapisan bahan pelindung juga diperlukan untuk meningkatkan ketahanannya terhadap dampak korosi. Konstruksi juga harus didesain sedemikian rupa sehingga tidak menerima tegangan langsung yang mengakibatkan tekuk, mampu menahan beban siklis menerus, dan pengaruh kegagalan getas akibat temperatur rendah. Agar Anda mendapatkan kualitas baja terbaik untuk kontruksi proyek Anda sendiri maka kami akan menawarkan produk yang berkualitas bagus.

Struktur Jembatan

Ada beberapa struktur jembatan yang antara lain sebagai berikut:

Jembatan Plat

Tipe yang pertama adalah plat bridge atau slab bridge. Jembatan ini memiliki elemen struktur yang memiliki fungsi untuk menyalurkan benda-benda yang merupakan beban mati atau beban hidup. Pendistribusian dilakukan untuk sampai pada rangka penopang vertikal dari sistem struktur yang ada.

Jembatan Plat Berongga

Selanjutnya, ada jenis jembatan pelat berlubang atau jembatan pelat kosong. Pada jembatan ini digunakan pelat beton prategang untuk sungai atau lokasi yang memiliki bentang yang lebih panjang.

Jembatan Gelagar

Selanjutnya ada jembatan girder atau bahasa kerennya Jembatan Girder. Jembatan ini hanya terdiri dari satu gelagar, dengan gelagar kotak serta gelagar U/V.

Jembatan Rangka

Jembatan selanjutnya adalah jembatan rangka atau truss bridge. Pada jembatan ini penataan tiang-tiang yang berupa rangka dilakukan dengan membentuk bentuk segitiga. Struktur rangka batang harus disambung dan diberi tegangan terhadap beban dinamis yang diterima jembatan.

Jembatan Pelengkung

Selanjutnya ada arch bridge yang merupakan jembatan dengan struktur setengah lingkaran. Selain itu, ada juga dua abutment di kedua sisi.

Jembatan Gantung

Merupakan jembatan yang mempunyai fungsi sebagai pemikul langsung beban lalu lintas yang melewati jembatan tersebut. Beban yang melewati jembatan akan ditopang oleh kabel penahan yang menjadikan 2 pasang tower dan dua pasang anchor block menjadi penyangga.

Jembatan Kabel

Jembatan dengan struktur yang terbuat dari kabel baja yang kuat.

Jembatan Cantilever

Dalam sistem seperti ini, balok dari jembatan dicor atau dipasang segmen demi segmen sebagai kantilever di kedua sisi. Ini dimaksudkan agar seimbang.

Demikian ulasan artikel yang kami buat tentang baja untuk Konstruksi Jalan Dan Jembatan, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *