Pengertian, Jenis, Kelebihan dan Kekurangan Beton

pengertian beton

Pengertian, Jenis, Kelebihan dan Kekurangan Beton – Beton terbuat dari beberapa macam material penyusun yang dicampurkan menjadi satu,  dan  merupakan material komposit. Bahan penyusunnya terdiri dari semen, agregat kasar, agregat halus, air, dan juga bahan tambahan lainnya atau admixture. Beton merupakan salah satu material yang paling banyak dipilih dan diminati oleh masyarakat.

Beton mudah dibuat menjadi berbagai bentuk, tidak memerlukan tenaga yang sangat ahli dalam konstruksi, tidak memerlukan perawatan pasca konstruksi dan dari segi ekonomis. Beton merupakan material yang paling murah dibandingkan konstruksi baja atau kayu, dan tahan terhadap api yang berbahaya. Disini kami juga akan membahas mengenai Kelebihan dan Kekurangan Beton.

Bahan Komposisi Beton

Bahan atau bahan pembentuk beton terdiri dari semen, campuran agregat halus dan agregat kasar serta air sebagai pengikat. Berikut ini penjelasan mengenai bahan-bahan komposisi campuran beton yang dapat anda ketahui :

Semen Portland

Semen adalah serbuk halus yang telah diperoleh dari hasil menggiling klinker dengan cara pembakaran campuran yang baik dan berseragam. Antara kapur dan bahan yang mengandung silika, alumina, dan oksida besi), dengan bahan tambahan gipsum dalam jumlah yang cukup.

Fungsi semen adalah untuk menyatukan butir-butir agregat sampai halus sehingga akan membentuk massa yang padat. Meski sebagai bahan pengikat, peran semen sangat penting. Semen yang digunakan untuk pekerjaan beton harus diperhatikan sesuai rencana kekuatan kokohnya dan juga spesifikasi teknis yang diberikan.

Agregat

Agregat adalah butiran mineral yang merupakan hasil penghancuran batuan atau juga merupakan hasil dari mesin pemecah batu. Agregat harus digradasi sedemikian rupa agar massa beton dapat berfungsi menghasilkan benda yang utuh, homogen, dan padat. Banyak orang yang mengetahui dimana agregat kecil ini berfungsi sebagai pengisi celah antar agregat besar.

Agregat terdiri dari dua jenis, yaitu agregat kasar dan agregat halus (pasir). Kandungan agregat dalam beton kurang lebih 60% – 80% dari total volume beton. Agregat sangat berpengaruh terhadap sifat-sifat beton, sehingga dibutuhkan pemilihan agregat yang berkualitas baik.

Air

Air digunakan sebagai pengaduk dan mencampurkan suatu beton untuk mempermudah pekerjaan yang dilakukan. Air dapat bereaksi dengan semen, yang akan memperkuat tekansn beton. Air yang digunakan harus memenuhi beberapa kriteria sebagai bahan yang cocok untuk digunakan dalam campuran beton.

Jika tidak memenuhi persyaratan tersebut sebaiknya tidak digunakan karena akan mempengaruhi kekuatan beton yang akan dibuat. Persyaratan pembuatan beton adalah bersih, tidak mengandung lumpur dan bahan-bahan yang dapat merusak beton, seperti: garam, senyawa asam, zat organik, minyak dan alkali.

Jenis Beton dan Kegunaannya

Sebelum memulai pekerjaan, arsitek biasanya merencanakan suatu kekuatan beton bangunan dan juga ukuran kerasnya bahan-bahan yang akan di uji melalui alat uji NDT. Sedangkan menurut fungsinya sendiri beton memiliki beberapa jenis serta kegunaannya seperti berikut:

1. Beton Mortar

Beton jenis ini dibuat dengan campuran bahan seperti mortar, pasir dan air. Untuk arsitek, biasanya menggunakan beton jenis ini dicampur dengan semen. Tulangan anyaman baja sering disebut ferro cement yang memiliki kekuatan tarik yang cukup baik.

2. Beton Ringan

Seperti namanya, beton jenis ini menggunakan agregat ringan, sehingga beberapa orang juga sering menambahkan bahan tambahan untuk memperkuat beton. Semakin banyak pori-pori pada beton maka ukuran beton juga akan bertambah dan menghasilkan bobot beton yang lebih ringan dibandingkan beton lain yang berukuran sama. Karena kekuatannya yang berbeda, beton ini banyak digunakan pada dinding non struktural.

3. Beton Non-Pasir

Beton bukan pasir dibuat dengan menggunakan agregat berupa kerikil, semen dan air yang tidak menggunakan pasir didalamnya. Beton jenis ini hanya membutuhkan lebih sedikit semen, karena tidak menggunakan campuran pasir di dalamnya. Penerapan beton jenis ini biasanya digunakan pada struktur yang ringan.

4. Beton Hampa

Pembuatan beton ini dilakukan dengan menyedot air pengencer dalam campuran beton menggunakan alat vakum khusus sehingga disebut beton vakum. Beton ini merupakan jenis beton bermutu yang sangat tinggi karena air yang tersisa dapat bereaksi dengan semen saja. Oleh karena itu, beton jenis ini banyak diaplikasikan pada bangunan bertingkat seperti gedung pencakar langit.

5. Beton Bertulang

Beton bertulang dibuat dengan paduan atau campuran beton dan baja tulangan, beton jenis ini memiliki sifat yang kuat terhadap gaya tekan tetapi lemah terhadap gaya tarik. Oleh karena itu, tulangan baja ditambahkan pada beton untuk meningkatkan kekuatan beton pada kuat tariknya. Beton bertulang biasanya dipasang pada kolom bangunan, jalan, jembatan dan lain sebagainya.

6. Beton Pra-Tegang

Pada prinsipnya pembuatan beton prategang dengan beton bertulang hampir sama, perbedaannya hanya terletak pada tulangan baja yang akan dimasukkan ke dalam beton yang harus melalui proses tarik terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar beton dapat menahan beban lentur yang besar dan tidak membuatnya retak. Beton jenis ini banyak digunakan untuk menopang struktur bentang lebar.

7. Beton Pracetak

Beton pracetak adalah beton yang dicor di luar area proyek konstruksi yang sengaja dibuat di tempat lain agar kualitasnya lebih baik. Beton jenis ini digunakan untuk proyek-proyek yang memiliki lahan sempit atau keterbatasan tenaga kerja di lokasi proyek. Beton jenis ini dibuat oleh perusahaan yang sudah bergerak di bidang konstruksi.

8. Beton Massa

Beton massa adalah beton yang dibuat dalam jumlah yang cukup besar dimana penuangan beton ini juga sangat besar di atas kebutuhan rata-rata. Demikian pula, rasio antara volume dan luas permukaan juga sangat tinggi. Pada umumnya beton massa memiliki dimensi lebih dari 60 cm dan lebih banyak digunakan untuk pembuatan pondasi besar serta pilar bangunan.

9. Beton Siklop

Beton Siklop adalah beton yang menggunakan agregat ini biasanya sebagai bahan pengisi tambahan agregat yang besar dengan ukuran antara 15-20 cm. Bahan tersebut kemudian ditambahkan ke dalam campuran beton normal sehingga dapat meningkatkan kekuatannya yang banyak digunakan pada bendungan, jembatan dan struktur air lainnya.

10. Beton Serat

Beton serat adalah jenis beton yang menggunakan serat tambahan ke dalam campuran betonnya. Serat yang biasa ditambahkan ke beton adalah asbes, plastik, kawat baja dan tanaman. Penambahan serat bertujuan untuk meningkatkan daktilitas beton agar tidak mudah retak.

Kelebihan Besi Beton Atau Beton Bertulang

Adapun kelebihan atau kelebihan dari besi beton antara lain :

  • Strukturnya sangat kokoh.
  • Memiliki kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan konstruksi lainnya.
  • Lebih awet dan tahan lama tanpa kehilangan daya tahan terhadap beban. Hal ini disebabkan proses pemadatan semen yang semakin membatu.
  • Memiliki ketahanan yang tinggi terhadap api dan air. Hal ini karena jika terkena air tidak akan berkarat dan jika terkena api, struktur dengan ketebalan penutup beton tertentu hanya akan rusak pada permukaannya.
  • Dapat dibuat dalam berbagai bentuk seperti balok, pelat, kolom atau atap kubah dengan berbagai fungsi.

Kekurangan Besi Beton Atau Beton Bertulang

Kelemahan atau kekurangan besi beton antara lain :

  • Lamanya waktu pengerjaan besi beton.
  • Kekuatan tarik rendah. Oleh karena itu, perlu digunakan tulangan tarik.
  • Memerlukan biaya yang tinggi untuk bekisting, yaitu antara sepertiga atau dua pertiga dari total biaya suatu struktur beton.
  • Memiliki kualitas yang bervariasi tergantung pada kualifikasi pembuatnya.
  • Terlalu banyak sifat beton dan proporsi serta campurannya.

Demikian ulasan artikel yang kami buat tentang pengertian, jenis, Kelebihan Dan Kekurangan Beton. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.